Kamis, 25 April 2013

Kepemimpinan dan Kepemimpinan dalam Pendidikan



KEPEMIMPINAN DAN KEPEMPINAN DALAM PENDIDIKAN
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Dasar-dasar Manajemen Pendidikan
Dosen Pengampu : Drs. Jasuri, M. Pd.
logo IAIN walisongo
Oleh :
                                        Sri Rusminati          (113511073)
                                        Ita Uzzakiyah         (113711001)
                                        Anita Nadiroh         (113711021)
Intan Rizkia  F        (1137110)
Nur Fitri Annisa      (113711031)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2012


       I.            PENDAHULUAN
Kepemimpinan merupakan inti  dari manajemen karena kepemimpinan merupakan motor penggerak dari semua sumber-sumber dan alat-alat yang tersedia bagi suatu organisasi. Perilaku pemimpin harus dapat mendorong kinerja para anggotanya dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap para anggotanya, baik sebagai individu maupun kelompok. Perilaku pemimpin yang positif dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotivasi individu untuk bekerjasama dalam kelompok dalam mewujudkan tujuan organisasi.    Dalam kepemimpinan terdapat beberapa pengertian, gaya, sifat-sifat, peranan, dan cara pengambilan keputusan yang efektif  pada suatu organisasi. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai hal-hal yang berkenan dengan kepemimpinan. 

    II.            RUMUSAN MASALAH
A.    Apa pengertian kepemimpinan?
B.     Bagaimana gaya kepemimpinan dan kepemimpinan pendidikan?
C.     Apa saja  sifat-sifat kepemimpinan?
D.    Bagaimana peranan kepemimpinan?
E.     Bagaimana cara pengambilan keputusan kepemimpinan?

 III.            PEMBAHASAN
A.    Pengertian kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan pokok dari keinginan manusia yang sangat kuat untuk menggerakkan potensi organisasi. Kepemimpinan juga salah satu penjelas yang paling populer untuk keberhasilan atau kegagalan dari suatu organisasi. Artinya faktor penentu utama keberhasilan dan kegagalan organisasi sekolah atau institusi pendidikan adalah kepemimpinannya.
 Menurut Sutisna (1993) mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam usaha ke arah pencapaian tujuan dalam situasi tertentu[1]. Sedangkan Wirawan (2002) mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses pemimpin menciptakan visi, mempengaruhi sikap, perilaku, pendapat, nilai-nilai, norma dan sebagainya perlu diubah sesuai dengan tuntutan tersebut. Teori kepemimpinan menurut Fred Fieldler (1970) dari pengikut untuk merealisasi visi[2]. Definisi pemimpin itu sendiri adalah individu di suatu kelompok yang memberikan tugas-tugas pengarahan dan pengkoordinasian yang relevan dengan kegiatan-kegiatan kelompok.
 Dari definisi tersebut kepemimpinan dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan organisasi. Kepemimpinan sedikitnya mencakup tiga hal yang saling berhubungan, yaitu adanya pemimpin dan karakteristiknya, adanya pengikut, serta adanya situasi kelompok tempat pemimpin dan pengikut berinteraksi.
B.     Gaya Kepemimpinan
 Seorang pemimpin antara yang satu yang lain tentu berbeda baik dalam pengalaman, pendidikan, kondisi lingkungan, kepribadian dan sebagainya.
 Menurut Bill Woods ada tiga gaya kepemimpinan yaitu;
1.      Otokratis, yaitu pemimpin membuat keputusan sendiri karena kekuasaan terpusatkan dalam diri satu orang, ia memikul tanggung jawab dan wewenang penuh.
2.      Demokratis, yaitu pemimpin itu berkonsultasi dengan kelompok mengenai masalah yang menarik perhatian mereka dimana mereka dapat menyumbangkan sesuatu.
3.      Kendali bebas, yaitu pemimpin memberi kekuasaan pada bawahan, kelompok dapat mengembangkan sasaranya sendiri dan memecahkan masalahnya sendiri, pengarahannya tidak ada atau hanya sedikit.[3]
 Para peneliti  juga telah mengidentifikasikan dua gaya kepemimpinan dalam hubunganya dengan bawahan yaitu
1.      Gaya dengan orientasi tugas ( task-oriented)
Manajer berorientasi tugas mengarahkan dan mengawasi  bawahan secara tertutup untuk menjamin bahwa tugas dilaksanakan sesuai yang diinginkanya.
2.      Gaya dengan orientasi karyawan (employee-oriented)
Manajer berorientasi karyawan mencoba untuk  memotivasi bawahan dibanding  mengawasi mereka.[4]
 Menilai penampilan pemimpin bergantung pada penetapan kriteria-kriteria  untuk keberhasilan dalam memimpin. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan dalam pendidikan disesuaikan dengan kriteria penilaian yang menggambarkan apakah semua intrumen manajemen menunjukan kualitas yang diharapkan, jika tidak maka gaya yang diterapkan itu mengungkapkan bahwa pemimpin yang berorientasi tugas dan yang berorientasi hubungan manusia, mampu bertindak secara efektif  dalam suatu kelompok berdasarkan pada ketetapan kondisi dan gaya kepemimpinan yang mereka dukung.
  Gaya kepemimpinan yang ideal adalah menggunakan gaya yang ada sebaik mungkin pada situasi  yang mendukung dan memenuhi kebutuhan kinerja kepemimpinan itu sendiri. Hal ini berarti situasilah yang mungkin menentukan gaya apa yang digunakan, karenanya tidak mungkin menerapkan satu gaya secara konsisten.
C.    Sifat-sifat kepemimpinan
 Setiap orang yang diangkat sebagai pemimpin didasarkan atas kelebihan-kelebihan yang dimilikinya daripada orang-orang yang dipimpin. Masing-masing orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dalam keadaan dan waktu tertentu  kelebihan-kelebihan yang dimiliki seseorang dapat dipergunakan untuk bertindak sebagai pemimpin. Akan tetapi, tidak semua orang dapat menggunakan kelebihannya itu untuk memimpin.
Untuk menjadi pemimpin diperlukan syarat-syarat dan sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin. Syarat-syarat dan sifat-sifat pemimpin berbeda-beda menurut golongan dan fungsi jabatan yang  dipegangnya. Meskipun demikian, di samping syarat-syarat yang kusus berlaku dan diperlukan bagi jenis-jenis lembaga atau organisasi tertentu, banyak syarat dan sifat umum yang berlaku dan diperlukan bagi hampir semua jabatan kepemimpinan.
  Suatu konsep yang diharapkan dimiliki oleh pemimpin yang baik yaitu seperti dikemukakan oleh Suprapto pada permulaan memangku jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta mendasarkan uraiannya kepada asas kepemimpinan yang dirumuskan Ki Hajar Dewantara, yaitu: ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Dari asas kepemimpinan tersebut diturunkannya 17 sifat kepemimpinan yang semuanya dimulai dengan huruf “t” yaitu[5]:

1.         Takwa,                                   
2.         Taat,                           
3.         Temen (jujur),             
4.         Tekun,                        
5.         Trampil,                      
6.         Tanggap,                    
7.         Trengginas,                 
8.         Tegas,                         
9.         Tangguh,
10.     Tanggon,
11.     Terbuka,
12.     Toleran,
13.     Teliti,
14.     Tertib,
15.     Tepo seliro,
16.     Tanpa pamrih,
17.     Tanggung jawab.


Setelah mengetahui sifat-sifat kepemimpinan yang baik secara umum, ada pula beberapa sifat yang diperlukan dalam kepemimpinan pendidikan, diantaranya:
1.         Rendah hati dan sederhana
2.         Bersifat suka menolong
3.         Sabar dan memiliki kestabilan emosi
4.         Percaya pada diri sendiri
5.         Jujur, adil dan dapat dipercaya
6.         Keahlian dalam jabatan
 Selain adanya sifat-sifat kepemimpinan yang telah diuraikan di atas, bahwa kepeminpinan bukan hanya memerlukan kesanggupan dan kemampuan saja, tetapi juga pada kemauan dan kesediaan.
D.    Peranan kepemimpinan.
 Kepemimpinan adalah fondasi terpenting dalam sebuah organisasi.  Kepemimpinan berbicara tentang bagaimana seseorang dapat mempengaruhi dan menginspirasi orang lain dan bagaimana seseorang bisa membuat orang lain mau belajar dan bekerja ekstra dengan ikhlas.
Banyak orang mengatakan kemampuan memimpin berhubungan dengan bakat, tetapi kepemimpinan adalah keterampilan yang perlu dilatih bukan hanya dipelajari ilmu dan teorinya.Seorang pemimpin berbeda dengan manajer meskipun keduanya sama-sama memahami bisnis organisasinya dengan baik.   Seorang pemimpin bertanggung jawab dalam menciptakan visi organisasi, konsep bisnis, rencana serta program target untuk mencapai organisasi sementara manajer bertanggung jawab dalam penerapan dan pencapaiannnya.
 Ada pebedaan mendasar antara pemimpin dan manajer seperti yang sering kita dengar manager “does thing right, a leader does the right things” manajer membuat pekerjaan menjadi efisien sedangkan pemimpin membuat pekerjaan menjadi efektif. Manajemen berbicara bagaimana sedangkan kepemimpinan berbicara tentang apa dan mengapa kepemimpin melakukan inovasi sementara manjemen menerapkan aturan manajemen berhubungan dengan sistem, kontrol, prosedur, struktur serta kebijakan sedangkan kepemimpinan berbicara tentang manusia dan kepercayaan. Kepemimpinan bersifat kreatif, adaptif dan berhubungan dengan ketangkasan. Kepemimpinan  melihat jauh ke depan dan dari luar organisasi, bukan hanya permukaan dan di dalam organisasi. Secara singkat, ada lima peranan penting seorang pemimpin yaitu:
1.      Menciptakan visi
             Seorang pemimpin bertugas membuat visi untuk organisasinya.Visi harus bisa menyatukan kepentingan yang berbeda-beda, sehingga dapat memudahkan proses pengambilan keputusan dalam organisasi. Visi akan membantu pemimpin  dan anggotanya dalam menghadapi tantangan dalam organisasi.
2.      Membangun anggota
             Seorang pemimpin harus dapat memilih orang-orang yang tepat untuk mengisi posisi yang tepat agar tidak sampai salah memilih anggota, tidak ada salahnya jika pemimpin meluangkan waktu untuk mewawancarai  calon karyawan yang akan di rekrutnya.

3.      Mengalokasikan tugas
             Pemimpin yang baik dapat menganalisa anggota timnya dan menempatkan orang yang mumpuni  pada posisi yang tepat sesuai dengan kompetensinya. Pemimpin yang baik akan mengalokasikan tugas bagi anggotanya sesuai dengan keahlian dan minat mereka masing-masing.
4.      Mengembankan orang
             Perubahan jaman, jika dulu banyak orang yang setia bekerja di suatu tempat selama bertahun-tahun. Tetapi sekarang banyak orang yang tidak ragu untuk pindah dan mencari pekerjaan baru  karena merasa tidak bisa berkembang jika tetap bekerja di suatu tempat. Seorang pemimpin harus memahami hal tersebut dan ia harus pandai membaca potensi orang-orang yang akan dipimpinnnya, serta mengembankan kemampuan dan nilai mereka.
5.      Memotivasi anak buah
             Anggota tim yang bersemangat adalah kekuatan bagi organisasi yang sehat.Untuk menjaga semangat anggota tim, pemimpin harus dapat menginspirasi dan memotivasi anak buahnya. Jika anggota  bersemangat pasti mau bekerja keras dan berusaha maksimal demi mencapai target dan kesuksesan organisasi.
E.     Pengambilan Keputusan
      Pengambilan keputusan sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin (manajer). Setiap mengambil keputusan harus bertanggung jawab terhadap resiko atas keputusan yang diambilnya.
Berikut ini beberapa pengertian mengenai pengambilan keputusan menurut beberapa tokoh;


1)      G.R. Terry
Pengambilan keputusan dapat didefinisikan sebagai “pemilihan alternatif kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada”.
2)      Theo Haiman
“Inti dari semua perencanaan adalah pengambilan keputusan, suatu pemilihan cara bertindak. Dalam hubungan ini kita melihat suatu keputusan sebagai suatu cara bertindak yang dipilih oleh manajer sebagai suatu yang paling efektif, berarti  penempatan untuk mencapai sasaran dan pemecahan masalah”.
3)      Drs. Malayu S.P. Hasibuan
“Pengambil keputusan adalah suatu proses penentuan keputusan yang terbaik dari sejumlah alternatif untuk melakukan aktivitas-aktivitas pada masa yang akan datang”.
      Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah proses bagaimana menetapkan suatu keputusan yang terbaik, logis, rasional, dan ideal berdasarkan fakta, data, dan informasi dari sejumlah alternatif untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dengan resiko terkecil, efektif, dan efisien untuk dilaksanakan pada masa yang akan datang. [6]
Prosedur pengambilan keputusan:
a)      Pemimpin harus mengetahui secara jelas masalah yang akan diputuskan dengan merumuskan dan menganalisisnya secara cermat.
b)      Mengumpulkan data, informasi, dan fakta yang ada relevansinya dengan masalah yang akan diputuskan.
c)      Mengevaluasi dan menganalisis data, informasi, dan fakta yang telah dikumpulkan.
d)     Menetapkan sejumlah alternatif keputusan yang akan diambil
e)      Mengembangkan dan mengimplementasikan alternatif pilihan yang ada.
f)       Memilih keputusan yang terbaik dari alternatif-alternatif  yang ada.
g)      Menetapkan suatu keputusan menjadi tindakan yang efektif dan efisien.
h)      Keputusan harus diinformasikan untuk ditaati dan dilaksanakan menjadi tindakan yang nyata dan mengikat bagi semua anggota.[7]

 IV.            KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
                            A.            Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang yang diarahkan  terhadap pencapaian tujuan organisasi. Kepemimpinan sedikitnya mencakup tiga hal yang saling berhubungan, yaitu adanya pemimpin dan karakteristiknya, adanya pengikut, serta adanya situasi kelompok tempat pemimpin dan pengikut berinteraksi.
                             B.            Menurut Bill  Woods ada tiga gaya kepemimpinan  yaitu; otokratris, demokratis, dan kendali bebas. Selain itu, gaya kepemimpinan berdasarkan  hubunganya dengan bawahan yaitu gaya dengan orientasi tugas dan orientasi karyawan. Gaya kepemimpinan yang ideal adalah menggunakan gaya yang ada sebaik mungkin pada situiasi  yang mendukung dan memenuhi kebutuhan kinerja kepemimpinan itu sendiri. Hal ini berarti situasilah yang mungkin menentukan gaya apa yang digunakan, karenanya tidak mungkin menerapkan satu gaya secara konsisten.
                             C.            Sifat-sifat kepemimpinan  yang diperlukan dalam pendidikan antara lain: rendah hati dan sederhana, suka menolong, sabar dan memiliki kestabilan emosi, percaya pada diri sendiri, jujur, adil, dan dapat dioercaya, serta ahli dalam jabatan.
                            D.            Ada lima peranan penting seorang pemimpin yaitu: menciptakan visi, membangun anggota, mengalokasikan tugas, mengembangkan orang dan memotivasi anak buah.
                             E.            Pengambilan keputusan adalah proses bagaimana menetapkan suatu keputusan yang terbaik, logis, rasional, dan ideal berdasarkan fakta, data, dan informasi dari sejumlah alternatif untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dengan resiko terkecil, efektif, dan efisien untuk dilaksanakan pada masa yang akan datang .
Adapun prosedur dalam mengambil keputusan yaitu:
a.       Pemimpin harus mengetahui secara jelas masalah yang akan diputuskan dengan merumuskan dan menganalisisnya secara cermat
b.      Mengumpulkan data, informasi, dan fakta yang ada relevansinya dengan masalah yang akan diputuskan
c.       Mengevaluasi dan menganalisis data, informasi, dan fakta yang telah dikumpulkan
d.      Menetapkan sejumlah alternatif keputusan yang akan diambil
e.       Mengembangkan dan mengimplementasikan alternatif pilihan yang ada
f.       Memilih keputusan yang terbaik dari alternatif-alternatif  yang ada
g.      Menetapkan suatu keputusan menjadi tindakan yang efektif dan efisien
h.      Keputusan harus diinformasikan untuk ditaati dan dilaksanakan menjadi tindakan yang nyata dan mengikat bagi semua anggota

    V.            PENUTUP
            Demikianlah makalah ini kami susun. Kami amenyadari bahwa makalah  ini masih menerima upaya penyempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi  kita semua.



[1]  Mulyasa. Manajemen Berbasis Sekolah. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2002). hlm. 107

[2] M. Ngaliman Purwanto. Administrasi dan Supevisi Pendidika. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 1995), hlm. 27
[3]  Saiful Sagala. Administrasi Pendidikan Kontemporer. (Bandung: Alfabeta. 2006).  hlm. 151
[4]  T. Tani Handoko. Manajemen. (Yogyakarta: BPFE. 1992). hlm. 299
 [5] M. Ngaliman Purwanto. Administrasi dan Supevisi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 1995). hlm. 52
[6]  Malayu Hasibuan. Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah.  (Jakarta: Bumi Aksara. 2009).  hlm. 54-55
[7]  Malayu Hasibuan. Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah. (jakarta: Bumi Aksara. 2009). hlm. 61


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar